Film ini dibuka dengan adegan-adegan "pengenalan" yang banyak memberikan informasi kepada penonton mengenai kondisi keluarga, karakter personal para tokoh, serta sejumlah problematika yang mereka alami. Biar begitu, adegan-adegan tersebut tidak terkesan "menggurui". Suasana rumah khas vintage memberikan kesan haunting bahkan sejak menit-menit pertama. Kisah berangsur-angsur menggelap. Kejadian-kejadian tak wajar serta kematian demi kematian, perlahan menggiring penonton ke arah klimaks yang gripping dan penuh teror. Tak lupa, dilengkapi pelintiran yang apik dan mulus menjelang ending. Layaknya film horror pada umumnya, ada banyak jumpscare dalam film ini. Biar begitu, adegan-adegan jumpscare dalam Pengabdi Setan tidak monoton sehingga tidak terkesan "murah". Film ini tak hanya membombardir penonton dengan adegan-adegan mengejutkan, namun juga memberikan kesempatan kepada penonton untuk mencerna alur dengan baik. Pengabdi Setan memiliki plot yang cukup kuat, Meski ada banyak sosok-sosok menyeramkan dalam film ini, namun tampaknya sosok hantu ibu lah yang paling mengena bagi penonton. "Penciptaan" tokoh ibu yang kini jadi perbincangan banyak orang, menurut saya sangat berhasil. Sosok Ayu Laksmi yang cantik jelita seketika tak dapat dikenali lagi di sini. Bagaimana tidak? Gerak-gerik ibu sudah memberikan kesan sangat seram bahkan sejak beliau diceritakan masih hidup. Selain suara lonceng ibu, suara nyanyian sang ibu yang khas nan mencekam dan terus menerus diputar sepanjang film, juga menambah nuansa kelam pada film. Perpaduan tone visual yang gelap, irama-irama lembut namun menyeramkan, suara-suara yang memekakkan telinga, dan plot detail nan tak terduga semuanya berpadu secara sempurna. Akhir kata, film ini bagus, worth the hype, dan menurut saya memberikan standar baru bagi perfilman horor di Indonesia. Semoga ulasan ini bermanfaat untuk yang sedang mempertimbangkan untuk menonton.
Download full filmnya Disini.
Download full filmnya Disini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar